Kamis, 10 Juli 2014

Keinginan besar seluas angkasa

Barusan tadi lihat semua foto-fotomu, dari setiap kali tahun baru yang kamu lewati sampai acara keagamaan.
Ku mulai dari tahun baru ya, entah kenapa.. semuanya penuh tawa. Kamu ngga merasa ada kekosongan diri disana. Kamu bercanda, tertawa, bahagia. Dari tahun 2011 tadi aku lihat. Sampai yang terakhir. Seru !
Semuanya sama, sama-sama ngga ada aku. Mungkin dulu kamu belum mengenalku. Tapi di tahun 2013 yang lalu?
Hayooo. . . kamu lupa ya kita merencanakan Thaun baruan sama-sama dan kemudian gagal. Jadi sakit hati sendiri rasanya. Nah.. disitu kesamaannya. Setiap tahun baru yang kamu lalui sama, sama-sama ngga ada aku. Walaupun kamu setelahnya sudah bersamaku
Foto devi yang dulu pernah kamu bilang, kalau kamu ngga handal moto model. Ternyata benar.. pakem mu kayanya memang bukan di modeling. Dan berapa kalipun kita merencanakan foto untuk modeling dan aku modelnya (yang kepedean cantik, hehe) pasti gagal dan ngga pernah jadi. Dengan konsep sedalam apapun kita membahasnya.
Fotoooo, apalagi ya?
Foto kamu yang mesra-mesra dengan cewek lain.. kamu bilang kamu centil dan ganjen dulu. Huh.. terbukti rupanya, entah kamu yang kepalanya di dekat-dekatin atau apalah itu. Ganjen!! Tapi semoga setelah kamu bersamaku, kamu berubah. Semoga kamu mengerti kalau di antara kita sudah tumbuh jembatan perasaan. Tidak begitu kokoh, maka dari itu jika di goyang sedikit dia akan runtuh.
Ini yang paling menyebalkan, menangis sendiri ketika baru saja melihat beberapa foto. Baju koko dan sederet acara yag di selenggarakan di lingkunganmu “tanpa aku”. Bukaaaan… bukan aku yang pengen mengekor di belakangmu, bukan juga aku meginginkan setiap moment ada akunya. Terbatas karena dulu kamu tidak mengenalku, atau karena memang kamu malu punya pacar seperti ku. Atau karena aku yang masih belum bisa di terima di lingkunganmu. It’s oke! Engga papa. . .
Hemm.. yang mau aku ceritakan bukan ini. Tapi keinginanku. Ngga perlu setiap kali, satu kali aja.. aku ingin liat kamu satu acara denganku, menggunakan baju rapi, bersih dan terlihat tampan. Apalagi menggunakan koko. Masih ingat baju koko merah yang aku belikan dulu. Bahkan sampai saat ini aku belum pernah melihat kamu mengenakannya. Gimana tampannya kamu ya?? Hemm..
Bukan itu juga, aku hanya ingin bersamamu. Entah tu acara tahun baru, ulang tahun pacaran kita, ulang tahun antara kita berdua, atau??? Acara buka puasa..
Yaaah.. buka puasa? Ini aku sampaikan bukan karena aku doyan makan atau aku ingin ngabisin uangmu ya. Entah kenapa keinginan ini muncul. Apalagi sudah mendekati Bulan ramadhannya. Pengen buka puasa berdua, walaupun itu Cuma sebatas satu bungkus nasi kucing dan tanpa air minum. Apa rasanya ya?
Dulu karena terbentur aku yang sudah menghabiskan liburan ku di Kalimantan, dan Ramadhan kita harus kita nikmati masing-masing. Sekarang kan aku masih di jogja? Tidak bisakah Tuhan memberikan kesempatan buat kita berdua. Makan sama-sama, melafazkan doa buka puasa sama-sama? Ketinggian mungkin harapanku yang satu ini..
Makin takut. . .
Yaa, aku semakin takut dengan bulan puasa, baru kali ini aku rasakan takut. Karena di bulan puasa nanti. Sangat ngga sopan aku bertandang kerumahmu bahkan menginap seperti biasa. Aku harus memikirkan banyak hal..
Keluargamu, pandangan orang-orang dilingkunganmu. Pandangan semuanya akan dua kali lipat ketimbang hari biasa. Belum lagi aku harus memikirkan buka puasa dimana, sahur dimana? Mudah sih kamu ucapkan, aku boleh-boleh saja menginap juga ikut makan sahur dan berbuka bersama. Tapi?? Semua seperti lebih meyeramkan rasanya. Aku takut di pandang kurang sopan nantinya. Sudah lah, aku buang saja harapanku.
Ah. . .
Lagi-lagi, masih melihat kamu berbaju koko. Apa sih istimewanya?? Hemm.. aku mulai takut lagi dengan kedatangan bulan puasa. Aku takut dalam sebulan menahan ingin bertemu denganmu, aku takut langkahku bisa kesana tapi tidak akan pernah mampu kesana. Aku takut merindu di bulan itu, walaupun di bulan biasanya selalu aku selipkan beberapa rindu untukmu. Tapi entahlah, hanya takut saja membayangkan kehilangan beberapa jeda malam dan siang untuk penat duduk seharian semalaman di depan TV atas. Dan kemudian megeluh diam-diam saat sudah masuk kamar sambil meremas-remah pantatku yang lelah mencium karpet coklat muda mu. Huffh..
Selayaknya kamu. Aku tau kamupun akan merasakan hal yang sama (Pede ku..) sudah lah, coba jalani dulu saja. Ini sudah juni, selamat datang juni ke juli. Selamat datang kebiasaan baru.. J
Aku takut, sayangku. Dan Aku ingin bersamamu. Sehari saja !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar