(Mengenalkan galon pada dispenser selama 1 jam)
Perjuangan malam ini, bodohnya sang awaliya arkasi. Hufh... akhirnya harus menceritakan kekonyolan diriku sendiri yang sebenernya kepaksa. Hemm...
Awalnya aku emang galau dari sore tadi sekitar jam 3an. mengingat sang pacar agak lambat-lambat balas whatsup. Kemudian aku mencoba menghiburnya, ku nyanyikan sebuah lagu dari iwan fals-belum ada judul. Ku rekam di sebuah stupidphone yang ngaku-ngaku smart (Blackbe***y Ge**ni) di akhir sound, aku ucapkan kalimat 'Jangan marah lagi ya sayang' aish... sialnya aku, ternyata dia emang gak marah. Dia hanya ketiduran aja. Keselnya aku "kenapa dia gak maraaahhh" gerutuku sambil mengacak-acak rambut. Kemudian, karena saking tak mau audio itu terpakai sia-sia yang niatnya menghilangkan kemarahan sang pacar. Hilmiy pun aku suruh untuk marah ulang. "Yes...."
Lepas dari kebodohan pertama, sambil merekam audio yang konyol tadi. Dispenser sudah aku colokan kabelnya ke power listrik, aku sudah meng-on kan dispenser "Tolong jangan fiktor ketika aku bilang (on) disini". Hehee...
Setelah lelah bertingkah konyol, aku menekan tombol merah di dispenserku berniat membuat secangkir kopi vanilla latte kesukaanku. "Damn...." Ternyata tak ada air yang keluar, aku baru sadar ternyata air dalam galon habis. Sudah tau habis, aku tetap menekan tombol merah. Bukan karena berharap air nya dapat keluar, tapi karena lupa itu jari masih aku taroh disitu.
Tenang-tenang... Aku masih punya persediaan satu galon yang masih belum terpakai dan dijamin ada airnya. Aku geretlah galon yang letaknya di luar kamar, kira-kira 3 meter untuk bisa sampai di kamarku. One... two... aih, si galon nakal. gak mau masuk kedalam lubang dispenser yang sudah menunggunya sejak beberapa menit tadi. "sebenernya bukan galonnya gak mau masuk, aku sudah berusaha dengan keras tapi si dispenser selalu mundur beberapa langkah. menyulitkan aku untuk memasukan galon. Di tambah bobot galon yang emang berat. Dan tolong, jangan suruh si galon diet... karena gak bakalan terjadi pengurusan pada benda mati"
Kehabisan akal, aku panggil sahabatku Nisha untuk membantuku. satu... dua...tiga, kami bersama mengangkat galon ke dispenser. Tetap gak bisa, "Sha, ngangkatnya jangan pake ngakak dong. Yang bikin berat malah ketawanya" Ujarku pada nisha yang berbadan bulat seperti galon. bahkan ketika aku sudah pusing dibuat situasi, ak tak bisa membedakan mana Nisha mana Galon. (Nisha... kalo kamu baca tulisan ini, harap jangan mendadak bakar kamarku. Itu bakalan berakibat fatal ke kamarmu. Secara ruangan kita sebelahan. Oke?). "Sudah... panggil mbak ayu sana, biar kita bisa ngangkat nih galon"
Aku memanggil mbak ayu untuk bantu ngangkat galon ke dispenser. satu... dua... tiga...
Oke sodarah-sodarrrah... dispenser + galon belum berkenalan juga sampai detik ini. Dari mulai Aku, Nisha, Mbak ayu, Mbak tein, Mbak trida, ayo... siapa lagi yang belum saya absen? "Aish... malah ngabsenin orang"
Singkat cerita, didalam kamar yang cuma berukuran 3x4 kayak pas foto ini, kini sudah dihinggapi umat yang kira-kira se-RT hanya karena galon. Dalam hatiku berbisik "Boleh nih aku bikin sayembara. siapa yang bisa mengangkat galon, meletakan nya di dispenser" Haha... sedikit licik dalam situasi seperti ini.
Semua temen-temen yang ada di dalam kamarku kewalahan, sampai datanglah seorang wanita, berkulit hitam pekat, berambut keriting, berwajah sangar, berbadan tinggi besar masuk ke kamarku membawa cangkir kosong, mengangkat galon sendirian, meletakannya pada dispenser, menuangkan air pada cangkirnya dan hanya berkata "Aus...." lalu kembali ke kamarnya.
Kami semua yang ada di kamar saling menatap satu sama lain dan tertawa terbahak-bahak. "Aish... Mbak nesthi, mbak nesthi..." Ucap kami berbarengan pada seorang penghuni kos dari papua itu :D
Perjuangan malam ini, bodohnya sang awaliya arkasi. Hufh... akhirnya harus menceritakan kekonyolan diriku sendiri yang sebenernya kepaksa. Hemm...
Awalnya aku emang galau dari sore tadi sekitar jam 3an. mengingat sang pacar agak lambat-lambat balas whatsup. Kemudian aku mencoba menghiburnya, ku nyanyikan sebuah lagu dari iwan fals-belum ada judul. Ku rekam di sebuah stupidphone yang ngaku-ngaku smart (Blackbe***y Ge**ni) di akhir sound, aku ucapkan kalimat 'Jangan marah lagi ya sayang' aish... sialnya aku, ternyata dia emang gak marah. Dia hanya ketiduran aja. Keselnya aku "kenapa dia gak maraaahhh" gerutuku sambil mengacak-acak rambut. Kemudian, karena saking tak mau audio itu terpakai sia-sia yang niatnya menghilangkan kemarahan sang pacar. Hilmiy pun aku suruh untuk marah ulang. "Yes...."
Lepas dari kebodohan pertama, sambil merekam audio yang konyol tadi. Dispenser sudah aku colokan kabelnya ke power listrik, aku sudah meng-on kan dispenser "Tolong jangan fiktor ketika aku bilang (on) disini". Hehee...
Setelah lelah bertingkah konyol, aku menekan tombol merah di dispenserku berniat membuat secangkir kopi vanilla latte kesukaanku. "Damn...." Ternyata tak ada air yang keluar, aku baru sadar ternyata air dalam galon habis. Sudah tau habis, aku tetap menekan tombol merah. Bukan karena berharap air nya dapat keluar, tapi karena lupa itu jari masih aku taroh disitu.
Tenang-tenang... Aku masih punya persediaan satu galon yang masih belum terpakai dan dijamin ada airnya. Aku geretlah galon yang letaknya di luar kamar, kira-kira 3 meter untuk bisa sampai di kamarku. One... two... aih, si galon nakal. gak mau masuk kedalam lubang dispenser yang sudah menunggunya sejak beberapa menit tadi. "sebenernya bukan galonnya gak mau masuk, aku sudah berusaha dengan keras tapi si dispenser selalu mundur beberapa langkah. menyulitkan aku untuk memasukan galon. Di tambah bobot galon yang emang berat. Dan tolong, jangan suruh si galon diet... karena gak bakalan terjadi pengurusan pada benda mati"
Kehabisan akal, aku panggil sahabatku Nisha untuk membantuku. satu... dua...tiga, kami bersama mengangkat galon ke dispenser. Tetap gak bisa, "Sha, ngangkatnya jangan pake ngakak dong. Yang bikin berat malah ketawanya" Ujarku pada nisha yang berbadan bulat seperti galon. bahkan ketika aku sudah pusing dibuat situasi, ak tak bisa membedakan mana Nisha mana Galon. (Nisha... kalo kamu baca tulisan ini, harap jangan mendadak bakar kamarku. Itu bakalan berakibat fatal ke kamarmu. Secara ruangan kita sebelahan. Oke?). "Sudah... panggil mbak ayu sana, biar kita bisa ngangkat nih galon"
Aku memanggil mbak ayu untuk bantu ngangkat galon ke dispenser. satu... dua... tiga...
Oke sodarah-sodarrrah... dispenser + galon belum berkenalan juga sampai detik ini. Dari mulai Aku, Nisha, Mbak ayu, Mbak tein, Mbak trida, ayo... siapa lagi yang belum saya absen? "Aish... malah ngabsenin orang"
Singkat cerita, didalam kamar yang cuma berukuran 3x4 kayak pas foto ini, kini sudah dihinggapi umat yang kira-kira se-RT hanya karena galon. Dalam hatiku berbisik "Boleh nih aku bikin sayembara. siapa yang bisa mengangkat galon, meletakan nya di dispenser" Haha... sedikit licik dalam situasi seperti ini.
Semua temen-temen yang ada di dalam kamarku kewalahan, sampai datanglah seorang wanita, berkulit hitam pekat, berambut keriting, berwajah sangar, berbadan tinggi besar masuk ke kamarku membawa cangkir kosong, mengangkat galon sendirian, meletakannya pada dispenser, menuangkan air pada cangkirnya dan hanya berkata "Aus...." lalu kembali ke kamarnya.
Kami semua yang ada di kamar saling menatap satu sama lain dan tertawa terbahak-bahak. "Aish... Mbak nesthi, mbak nesthi..." Ucap kami berbarengan pada seorang penghuni kos dari papua itu :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar